Minggu, 20 Agustus 2017

REALISASI KEGIATAN PINJAMAN BERGULIR

Tujuan kegiatan pinjaman bergulir dalam program PNPM Mandiri Perkotaan yang sekarang menjadi Program KOTAKU adalah menyediakan akses layanan keuangan kepada rumah tangga miskin dengan pinjaman mikro berbasis pasar dengan kegiatan yang menghasilkan pendapatan, dan biasanya tidak memiliki akses ke sumber pinjaman lainnya. Dilakukan guna memperbaiki kondisi ekonomi mereka dan kegiatan yang mendukung tumbuhnya ekonomi serta usaha mikro. Di samping itu juga membelajarkan mereka dalam hal mengelola pinjaman dan menggunakannya secara benar.
Meskipun demikian, Pinjaman Bergulir UPK bukanlah program keuangan mikro, dan tidak akan pernah menjadi lembaga keuangan mikro. Program keuangan mikro bukan hanya pemberian pinjaman saja. Banyak jasa keuangan lainnya yang perlu disediakan. Peran UPK BKM/LKM hanya membangun dasar-dasar solusi berkelanjutan untuk jasa pinjaman dan non pinjaman di tingkat kelurahan. Pinjaman Bergulir UPK /BKM dijadikan momen untuk tahap konsolidasi kegiatan keuangan mikro. Oleh sebab itu, dalam tahap tersebut perlu diciptakan UPK yang kuat, sehat dan secara operasional terpisah dari LKM. Masyarakat sendiri harus terlibat dalam keputusan untuk menentukan masa depan UPK.
Dalam pelaksanaan kegiatan pinjaman bergulir di tingkat masyarakat dilaksanakan secara sistematis. Mulai dari usulan dari masyarakat dalam bentuk proposal kemudian proposal tersebut dievaluasi oleh BKM dan dilakukan verifikasi proposal untuk menilai kelayakan dari usulan. Setelah usulan dan usaha dinyatakan layak untuk didanai selanjutnya BKM menyalurkan dana melalui UPK untuk dicairkan kepada penerima manfaat.

  Proses Pencairan  Pinjaman Bergulir UPK,BKM .Mandiri Sejahtera Perterongan Selama periode Bln..Juli S/d Bln. Agustus 2017 .yg direalisasi 7 KSM senilai  Rp,83.000.000,-

Dalam rangka kegiatan Belajar bersama di Forum UPK/Sekert se Kecamatan Peterongan

Tindakan Pencegahan Penyebaran COVID-19 Desa Peterongan Tindakan pencegahan untuk mengurangi kemungkinan infeksi antara lain tetap...